Friday, May 29, 2015

Aeroponik Bibit Kentang

Status : Draft
Panduan Pertanyaan :

  1. Apa itu Aeroponik ? 
  2. Pembibitan kentang secara tradisional seperti apa ?
  3. Kalau pembibitan kentang secara aeroponik ?
  4. Hitung-hitunan bisnis aeroponik kentang ? 
Panen Aeroponik Bibit Kentang
Gambar Oleh : Arfinudin Ahmad (BBH)
Airnya disemprotkan lewat nozel dan dikembalikan lagi kebak penampungan dari stek bibitnya. - Arfinudin Ahmad

Untuk dataran rendah, Emenkentang Granola, menyarankan untuk menggunakan varietas merbabu atao agria.


Referensi


  1. Jawa Barat Masih Impor Benih Kentang, http://nasional.inilah.com/read/detail/2167494/jawa-barat-masih-impor-benih-kentang
  2. Teknologi Perbanyakan Bibit Kentang Bermutu, http://bbp2tp.litbang.pertanian.go.id/index.php/info-teknologi/488-teknologi-perbanyakan-bibit-kentang-bermutu
  3. Analisis Produksi dan Pemasaran Bibit Kentang dan Analisis Pendapatan Usahatani Kentang, Studi Kasus di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Propinsi Jawa Barat, http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/23035
  4. Kentang Dataran Rendah Berprospek Tinggi, http://www.bic.web.id/login/inovasi-indonesia-unggulan/550-kentang-dataran-rendah-berprospek-tinggi
  5. Bertanam Kentang Di Dataran Rendah, http://cybex.pertanian.go.id/materipenyuluhan/detail/3398

Tuesday, May 12, 2015

Membuat Sendiri Gully dari Talang Air

Status : Draft

Panduan Pertanyaan :
  1. Talang seperti apa yang dapat digunakan ?
  2. Bagaimana caranya ?
  3. Gully Semai, Remaja, Dewasa ?

Panduan Umum 

Kemiringan yang umumya nya digunakan adalah tangen 3% s/d 6%, maksudnya jika  3%, berarti  Per  meternya beda ketinggian 3 cm, dst-nya. Kemiringan gully  ini , akan sangat berpengaruh terhadap oksigen yang bisa ditangkap oleh aliran air dalam gully, semakin miring maka oksigen yang terkandung dalam aliran nutrisi semakin besar. Menurut Opa  Yos, kemiringan terbaik adalah tangen 6%

Gully Semai

Untuk Gully semai akan dicoba menggunakan :
  1. Rockwol
  2. Pasir malang
  3. Zeolit
  4. Pecahan batu bata

Rockwoll

Jika gully semai menggunakan rockwoll maka penampakannya seperti talang paling kiri pada gambar dibawah ini : 

Foto Sistem NFT Aha Bkc

Gully Remaja

Butterhead Rex di Gully Remaja. Gambar Oleh : Deli Hidroponik
Selang inlet menggunakan selang HDPE 7mm (diameter luarnya). Metode yang digunakan adalah 2 talang menjadi 1 gully. Pada foto diatas talang yang digunakan adalah merk champion.

Jarak antar (pusat) lubang untuk gully remaja biasanya 12.5 cm.

Gully Dewasa

Jarak antar (pusat) lubang untuk gully dewasa tergantung jenis tanaman biasanya  antara 15 cm s.d 20 cm bahkan ada yang membuat sampai 25 cm.

Pengaturan Debit Inlet


Foto Oleh : Lina Magdalena‎ (BBH)


 Fungsi T dan kran adalah untuk mengatur debit inlet, standarnya, debit inlet per talang diatur 1 atau 2 liter per menit.

Beberapa Masalah yang Sering Ditemui pada Gully dari Talang Air

1. Aliran Air Tidak Jalan Ditengah, Tetapi Ke Bagian Pinggir Gully, Sehingga Netpot Tidak Terkena Aliran Air 
Instalasi Hidroponik Milik Om Aha Bkc, akibat aliran air nya mengecil air tidak melewati bagian tengah gully, sehingga akar tidak terkena aliran air. 



Untuk mengatasi masalah ini, Om Soelis memberi tips sebagai berikut : Amplas halus bagian tengah untuk membuat jalur airnya.


2. Pada Ujuang Gully, Air Merayap Ke Tiang Penyangga Gully, Sehingga Air Menetes Keluar Dari Sistem.
Om Fuyung, sudah memberi tips untuk mengatasi masalah ini, insyaAllah nanti akan diupdate

Manajemen Kebun Hidroponik

Untuk manajemen kebun hidroponi, dapat dibaca di : http://belajar.bebeha.org/2015/11/manajemen-kebun-hidroponik.html

Referensi



Thursday, April 30, 2015

Aeroponik : Sebuah Pendahuluan

Status : Draft

Panduan Pertanyaan :
  1. Apa itu aeroponik ?
  2. Apa kelebihan dan kelemahan aeroponik ? 
  3. Apa saja yang dibutuhkan untuk membuat sistem aeroponik ?


Aeroponik atau sering disebut sisitem pengkabutan adalah salah satu system hidroponik dimana menggunakan udara dengan kabut nutrisi sebagai media
Teknik aeroponik , anak-semai dibungkus pangkal akarnya dengan sejumput rockwool, lalu ditancapkan pada lubang-tanam berdiameter 3 cm, pada styrofoam ketebalan 3 cm, dengan medium density. Tiga puluh cm di bawah helaian styrofoam ada dibentangkan slang poly-ethylene, dan padanya tiap meter ditancapi sprinkler, yang dengan tekanan 2 atmosfir, menghasilkan kabut sebanyak 0,85 liter/menit, atau 50 liter/jam, yang membasahi perakaran terus menerus, tanpa hentinya. Tidak dibenarkan untuk mematikan pompa, walau malam hari tidak ada sinar matahari sekalipun

akarnya bergelayutan bebas ke bawah. akar bermandikan butiran halus, yang kandungan oksigen-terlarutnya sangat tinggi, yang sangat menunjang proses respirasi. Larutan yang tidak mengenai akar dikumpulkan dan dialirkan kembali ke tandon/reservoir larutan nutrisi, untuk re-sirkulasi.

Jarak antara satu dengan lain sprinkler adalah 1 meter. Gunakan sprinkler sesedikit mungkin, supaya tekanan pompa dibagi atas sprinkler yang jumlahnya sedikit itu, hasil semburannya tetap tinggi. Kalau terlampau banyak sprinkler, maka tekanan di masing2 sprinkler turun, dan "misting" tidak terjadi!.Koncinya = misting, kabut!

Percobaan yang berhasil baik telah pula dilakukan terhadap aeroponik produksi bunga potong Chrysanthemum/krisan dan Lily. Umur tanaman dapat direduksi dari 12 minggu menjadi 8 minggu. Jumlah kuntum bunga yang mekar serempak dapat ditingkatkan dari dua menjadi tiga kuntum. Kecerahan warna dan aroma dapat pula ditingkatkan sedikit












Referensi

  1.  Catatan Penting Yos Sutiyoso
  2. Urban Farming: DIY Aeroponics, http://www.farmxchange.org/diy-aeroponics/


Tuesday, May 13, 2014

Bio pestisida

Bio pestisida

Diposting Oleh : Leyla Wijaya di Belajar Bareng Hidroponik


Bio pestisida adalah penggunaan pestisida dengan bahan baku utama mikroorganisme. Contoh bakteri, virus, dan cendawan. Berbeda dengan hama yang merugikan petani, pasukan biopestisida ini bertugas menyerang hama tertentu. Hama yang terkena semprotan biopestisida ini akan terhambat perkembangannya bahkan bisa mati. Namun demikian dalam penggunaannya memerlukan lingkungan khusus.

Contoh biopestisida ini adalah ....



a. Cendawan Verticillium lecani digunakan untuk mengendalikan kutu putih, aphids, thrips, dan mites. Tak hanya itu sejenis nematoda yang disebut larvanem juga banyak dipilih untuk mengontrol larva black vine dan kutu kebul.
b. Bacillus thuringensis (Bt) adalah jenis paling populer yang banyak digunakan untuk mengendalikan ulat pemakan daun di sayuran dan buah-buahan.
c. Virus Se NPV untuk Ulat grayak pada bawang
d. Virus Sl NPV untuk Ulat grayak pada cabe, kacang dan tembakau
e. Gliocladium sp untuk Jamur Fusarium, Phytopthora
f. Trichoderma untuk Jamur Fusarium, Phytium
g. Corynebacterium untuk mengendalikan penyakit pathek/antraknose pada cabe, embun tepung pada tanaman hortikultura, Xanthomonas pada tanaman padi, bercak daun pada bawang merah

PESTISIDA NABATI

Adalah pestisida yang bahan baku pembuatannya diambil dari berbagai tanaman dan hewan
Kelebihan dari pestisida berbahan baku nabati antara lain :Mengalami degradasi/penguraian yang cepat oleh sinar matahari.Memiliki efek/pengaruh yang cepat, yaitu menghentikan nafsu makan serangga walapun jarang menyebabkan kematian.
Toksitasnya umumnya rendah terhadap hewan dan relatif lebih aman pada manusia (lethal dosage (LD) >50 Oral).Memiliki spektrum pengendalian yang luas (racun lambung dan syaraf) dan bersifat selektif.Dapat diandalkan untuk mengatasi OPT yang telah kebal pada pestisida sintetis.Phitotoksitas rendah, yaitu tidak meracuni dan merusak tanaman.

Kelemahan penggunaan pestsida nabati sebagai berikut :Cepat terurai dan aplikasinya harus lebih sering.Daya racunnya rendah (tidak langsung mematikan serangga/ memiliki efek lambat).Kapasitas produksinya masih rendah dan belum dapat dilakukan dalam jumlah massal (bahan tanaman untuk pestisida nabati belum banyak dibudidayakan secara khusus).Ketersediaannya di toko-toko pertanian masih terbatas

Sumber : Pengendalian Hama Dengan Insektisida Botani

Wednesday, May 7, 2014

Eksudat di Sistem Hidroponik

Eksudat di Sistem Hidroponik

Oleh : Yos Sutiyoso



Mau urun rembug, mengenai kebun2 yang telah lancar berproduksi! Seperti kita semua ketahui tiap hari kita berak dan kencing, mengeluarkan limbah dari badan kita, dibuang ke kakus, dan lenyap sudah! Tanaman juga melakukan hal yang sama, dan limbah yang dikeluarkannya bernama "eksudat". Cilakanya pada beberapa cara budidaya hidroponik  diberlakukan konsep sirkulasi, yaitu limbah itu disuguhkan kembali kepada tanaman, dan dijejalkan lagi ke tanaman. Terjadilah akumulasi eksudat, yang semakin lama semakin pekat, dan mulai mengganggu pertumbuhan tanaman. Tanaman derajat pertumbuhannya menurun. Bentuk, warna, ukuran, bobot, dan penampilannya berubah. Hasil akhir ialah tanaman kurang layak jual, dan jumlah yang layak jual menciut.




KOMENTAR YANG BERKAITAN

#YosSutiyoso

Hal ini diperparah oleh ganggang yang sering mengamuk dan memperbanyak diri, dan yang di atas batasan tertentu, juga akan mengeluarkan eksudat, dan juga akan mengganggu pertumbuhan tanaman pokok. Bedanya dengan yang pertama adalah tanaman meracuni diri sendiri dengan adanya sistem sirkulasi, sedangkan dalam soal ganggang, meracuni jasad lain, dan disebut allelopathy. Pendek kata, bila terlihat tanaman sudah mulai terganggu pertumbuhannya, dan akar mulai berwarna kusam ke-hitam2-an, tandon larutan pupuk dan talang2 harus dikuras. Di kemanakankah larutan pupuk yang tersisa ketika akan menguras. Solusi yang baik ialah mempunyai lahan lain, di mana dilakukan budidaya tanah. Larutan yg tersisa itu, yang masih memuat banyak nutrisi, walau rasionya sudah ngaco, dimanfaatkan untuk memupuk, dengan pengertian tanah memiliki sifat buffer yang dapat mentolerir eksudat yang sudah agak tinggi kepekatannya.

#YosSutiyoso

Pengurasan tentunya disusul dengan memasukkan air baku lagi, menyetel pH sesuai dengan keinginan kita, menambahkan pekatan A, kemudian B, kemudian melanjutkan proses produksi. Larutan yang tersisa bisa juga dialirkan ke kolam ikan, dan berguna untuk memupuk ganggang dan jasad renik lainnya. Ikan dapat mentolerirnya, tetapi tidak dapat memakannya, karena ikan tidak makan bahan anorganis.

#Pupuk Benih Planterbag Tabulampot

Jika begitu adakah cara lain misal melewati kolam" tanaman air baru disedot kepenampung utk selanjutnya ditambah nutrisi dan diputar ulang spt itu opa!

#YosSutiyoso

Tanaman air akan montok karena menyerap banyak nutrisi di larutan tersisa. Maksud Anda barangkali
permintaan bantuan pada tanaman air untuk tolong menyerapkan logam2 berat, tapi jangan ambil nutrisi A-B mix-nya? Mereka tidak pandang bulu

#Pupuk Benih Planterbag Tabulampot

Iya maksud saya tanaman ditaruh dikolam biar menetralis a.b dan untuk ganggang sendiri bagaimana
penanganannya? apa akan hilang sendiri kena uv matahari opa?

#YosSutiyoso

Ganggang tidak terberantas hanya dengan UV saja! Bisa dengan O3, dan chlorine.

#FerryArya

Apakah dalam nutrisi ab mix juga terdapat logam berat?

#YosSutiyoso

> Ferry A. Dalam A-B mix juga terdapat logam berat, yaitu Fe, Mn, Cu, Zn, dsbnya. Coba saja telaah peta unsur Mendeleyeff !

#WongTaniHidroponik

And than apakah logam berat yg diserap tanaman juga akan disajikan sama ke kita oleh tanaman om?
Sepertinya akan terjadi perombakan deh dari anorganik menjadi organik..

#YosSutiyoso

Tidak terjadi perombakan dari anorganik menjadi organik. Ada juga sebaliknya. Apa yang diserap
tanaman, akan tersajikan pada masakan kita. Masuk ke dalam tubuh dan dimanfaatkan tubuh, karena
memang dibutuhkan. Contohnya : Kita mendengar kata "anaemia", alias "lesu darah", kekurangan unsur ferrum, yang sering diderita oleh ibu setelah melahirkan, atau oleh penderita penyakit malaria. Juga terdengar sayup2, bahwa yang kluron, miskraam, ada hubungannya dengan kekurangan unsur zincum. Soal kedokteran ini sebaiknya Anda perdalam pada dokter.

#WongTaniHidroponik

Glukosa C6H12O6 (CH2O) tersusun dari Carbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O).